Ahad, 17 Maret 2019
dari atap Kota Bandung
Bismillah,
Kata demi kata kembali berbaris menjadi sebuah makna, alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bercerita. Ini memang bukan kisah yang menarik, tapi aku harap kita dapat saling belajar dan memperbaiki hati.
Awan tidak selamanya seputih kasa, awan mendung acapkali menyapa. Perihal ini persis dengan kehidupan, melirik masa lampauku ternyata pernah dirundung awan gelap. Begitu terlihat mendung, mengapa? karena memang saat itu intensitas iman dalam hati sangat kurang, sehingga aku tersihir dengan gemerlap dunia di atas waktu yang amat singkat. Tak ingin aku terus terkurung dalam jeruji delusi karena aku tidak dapat melihat sesuatu yang indah, walau ciptaan-Nya amat megah. Benar, kegelapan membuat hatiku buta hingga aku tak pernah mensyukuri anugerah-Nya.
Alhamdulillah, hatiku tergerak untuk menemui ketenangan. Allah terus menunjukkan letak kebenaran dalam ketidaktahuanku. Ketahuilah, seberkas sinar tak akan pernah masuk ke dalam rumah jika pintu tak pernah kita buka, begitu pun hidayah. Kita akan terus terperangkap dalam ruang kelam tanpa pernah mencoba menelusuri semburat cahaya.
Mari kita bergegas melangkah, cobalah untuk membuka pintu dan lihatlah begitu banyak hal yang dapat kita pelajari setelah cahaya mengenalkan kita akan keagungan-Nya. Aku yakin setelah itu, kita akan menyadari bahwa kekuasaan-Nya amat besar dan apalah kita tak ada apa-apanya, amat kecil mungkin lebih kecil dari atom. Ya Allah, dosa begitu membentang mengalahkan samudra. Namun kita terus merasakan nikmat-Nya. Tenggelam dalam penyesalan begitu dalam, amat dalam melebihi palung laut hingga air mata ikut bersuara. Kita pasti merasakan hal itu disaat dosa menggulung dan berdebur dalam pikiran.
Mari kita bergegas melangkah, cobalah untuk membuka pintu dan lihatlah begitu banyak hal yang dapat kita pelajari setelah cahaya mengenalkan kita akan keagungan-Nya. Aku yakin setelah itu, kita akan menyadari bahwa kekuasaan-Nya amat besar dan apalah kita tak ada apa-apanya, amat kecil mungkin lebih kecil dari atom. Ya Allah, dosa begitu membentang mengalahkan samudra. Namun kita terus merasakan nikmat-Nya. Tenggelam dalam penyesalan begitu dalam, amat dalam melebihi palung laut hingga air mata ikut bersuara. Kita pasti merasakan hal itu disaat dosa menggulung dan berdebur dalam pikiran.
This is the journey of life, Hijrah merupakan tujuan hidup untuk mendapatkan cinta-Nya. Karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, seperti dalam firman-Nya. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah [2]: 222).
Disaat kita melangkah untuk menjadi lebih baik ketahuilah banyak duri menancap dan melukai untuk menghentikan langkah. Meneriaki bahwa kita sangat hina dan tak pantas menjadi lebih baik. Aku yakin, tekad kita tak akan pernah luruh hanya karena kata tak bermakna dari orang yang tidak menyukai kita. Hiraukan dan tetap fokus untuk mendapatkan cinta-Nya.
Disaat kita melangkah untuk menjadi lebih baik ketahuilah banyak duri menancap dan melukai untuk menghentikan langkah. Meneriaki bahwa kita sangat hina dan tak pantas menjadi lebih baik. Aku yakin, tekad kita tak akan pernah luruh hanya karena kata tak bermakna dari orang yang tidak menyukai kita. Hiraukan dan tetap fokus untuk mendapatkan cinta-Nya.
Imam Asy Safi'i berkata, "Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup perbaiki hubunganmu dengan Allah dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia."
Hijrah memang tak mudah dan istiqomah itu berat. Jangan sendirian, kita gak akan kuat. Lebih baik bersama-sama. Hehe... Tapi memang support system dari sahabat-sahabat itu penting. Karena iman itu dinamis, naik-turun. Maka ketika iman kita sedang kritis sangat perlu asupan semangat dari sahabat fillah. Alhamdulillah Allah menghadiahkanku sahabat jannah, mereka yang menuntunku untuk terus belajar dan mengingatkan ketika aku mulai jauh dari-Nya.
Aku sangat bersyukur memiliki sahabat yang lebih salihah dariku, mereka selalu menemaniku dalam kajian-kajian, tak pernah aku sangka dapat mendengar kajian dari ustadz yang aku kagumi, seperti ust. Abdul Somad, ust. Hanan Attaki, ust. Adi Hidayat, dan ust. Muzzamil.
Selain itu, sahabatku juga tak bosan mengingatkanku untuk mengikuti mentoring. Berbagi kisah akan kisah lampau ternyata kita memiliki perjalanan yang sama dalam perjuangan untuk hijrah, namun cara menjemputnya itulah yang berbeda. Hal yang aku ambil dari seseorang adalah orang tergerak untuk hijrah bisa dari siapa pun tak mesti dari orang yang salih dan sepatah kata yang tidak selalu terbungkus nasihat. MasyaAllah.
Selain itu, sahabatku juga tak bosan mengingatkanku untuk mengikuti mentoring. Berbagi kisah akan kisah lampau ternyata kita memiliki perjalanan yang sama dalam perjuangan untuk hijrah, namun cara menjemputnya itulah yang berbeda. Hal yang aku ambil dari seseorang adalah orang tergerak untuk hijrah bisa dari siapa pun tak mesti dari orang yang salih dan sepatah kata yang tidak selalu terbungkus nasihat. MasyaAllah.
Ada perkataan yang membuatku tersentuh adalah terbesit dari lisan sahabatku, bahwa mereka tak hanya ingin bersahabat di dunia melainkan hingga jannah dan sambil memohon jika kelak salah satu sahabat yang masuk syurga agar mengajak sahabatnya yang pernah bersama-sama berada di jalan Allah. MasyaAllah Tabarakallah. Teman, mari kita cari sahabat yang selalu menemani hijrah kita, karena sahabat bisa menjadi syafaat ke Syurga-Nya kelak.
Tapi bukan berarti sekarang aku telah menjadi sosok yang sempurna. Aku pun baru belajar dan akan terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, memang tidak mudah tapi perlahan aku mencoba. Mungkin ini rencana Allah. Benar, yang menurutku baik belum tentu baik dimata Allah. Hijrahku ke kota kembanglah jalan yang Allah pilih agar aku dapat lebih memperbaiki diri yang ditemani sahabat-sahabat salihahku. Doakan kita selalu istiqomah di jalan-Nya agar kita menjadi wanita yang dirindukan Syurga. Aamiin.
Sekian, semoga kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT., untuk terus menabur manfaat dan kebaikan. Wassalamu'alaikum.





